Lombok adalah sebuah pulau nan elok yang digambarkan sebagai “seorang putri cantik yang masih tertidur” karena keindahan dan ketenangannya. Lombok terletak di antara 2 obyek wisata pesohor dunia yaitu Pula Bali dan Pulau Komodo. Lombok selain indah, aman dan nyaman untuk berlibur juga menyimpan berbagai keunikan budaya dan tradisi yang merupakan bauran dari berbagai budaya lainnya seperti Bali, Jawa, Bugis, Arab dll. Obyek-obyek wisatanya sangat indah dan masih alami. Mulai dari ikan hias dan terumbu karang di dasar laut Gili Trawangan sampai flora dan fauna serta pesona alam nan menakjubkan di puncak Rinjani. Oleh karena itu, Lombok semakin mendapat tempat di hati para wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.
Akses
Lombok dapat diakses langsung melaui Jakarta, Surabaya, Kuala Lumpur dan Singapore dengan pesawat dan Bali dengan pesawat dan ferry. Jadwal penerbangan tersedia setiap hari dengan beberapa kali penerbangan reguler terutama dari Bali. Sementra ferry reguler tersedia setiap jam dan ferry cepat 1 kali sehari dari dan ke Lombok. Selain karena keindahannya, semakin mudahnya akses ini juga membuat Lombok semakin banyak dikunjungi oleh para wisatwan.
Geografi
Secara geografis, Lombok terletak pada koordinat 116.351° BT dan 8.565° LS. Lombok merupakan bagian dari gugusan pulau-pulau yang ada di Nusa Tenggara atau yang dulu dikenal dengan nama Sunda Kecil atau Kleine Sunda. Luas pulau Lombok adalah sekitar 5.435 km² Tempat tertinggi di Pulau Lombok adalah puncak Gunung Berapi Rinjani [tertinggi kedua di Indonesia] yang menjulang pada ketinggian 3.726 m di atas permukaan laut.
Artikel Indonesia Rotating Header Image
Info Tentang Lombok
Dec 11th, 2010
by dewi.
Lombok adalah sebuah pulau nan elok yang digambarkan sebagai “seorang putri cantik yang masih tertidur” karena keindahan dan ketenangannya. Lombok terletak di antara 2 obyek wisata pesohor dunia yaitu Pula Bali dan Pulau Komodo. Lombok selain indah, aman dan nyaman untuk berlibur juga menyimpan berbagai keunikan budaya dan tradisi yang merupakan bauran dari berbagai budaya lainnya seperti Bali, Jawa, Bugis, Arab dll. Obyek-obyek wisatanya sangat indah dan masih alami. Mulai dari ikan hias dan terumbu karang di dasar laut Gili Trawangan sampai flora dan fauna serta pesona alam nan menakjubkan di puncak Rinjani. Oleh karena itu, Lombok semakin mendapat tempat di hati para wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.
Akses
Lombok dapat diakses langsung melaui Jakarta, Surabaya, Kuala Lumpur dan Singapore dengan pesawat dan Bali dengan pesawat dan ferry. Jadwal penerbangan tersedia setiap hari dengan beberapa kali penerbangan reguler terutama dari Bali. Sementra ferry reguler tersedia setiap jam dan ferry cepat 1 kali sehari dari dan ke Lombok. Selain karena keindahannya, semakin mudahnya akses ini juga membuat Lombok semakin banyak dikunjungi oleh para wisatwan.
Geografi
Secara geografis, Lombok terletak pada koordinat 116.351° BT dan 8.565° LS. Lombok merupakan bagian dari gugusan pulau-pulau yang ada di Nusa Tenggara atau yang dulu dikenal dengan nama Sunda Kecil atau Kleine Sunda. Luas pulau Lombok adalah sekitar 5.435 km² Tempat tertinggi di Pulau Lombok adalah puncak Gunung Berapi Rinjani [tertinggi kedua di Indonesia] yang menjulang pada ketinggian 3.726 m di atas permukaan laut.
Demografi
Jumlah populasi penduduk Pulau Lombok adalah sekitar 2.722.123 jiwa menurut data tahun….. Penduduk asli Pulau Lombok adalah suku Sasak yang dipercaya merupakan keturunan dari suku Jawa. Suku Sasak tersebar di seluruh bagian Pulau Lombok dan mendominasi penduduk secara keseluruhan sampai 85%. Selain oleh suku asli Sasak, Pulau Lombok juga didiami oleh suku Bali, Jawa, Bugis, Banjar, Melayu, Cina dan Arab.
Topografi
Secara topografis, Lombok didominasi oleh lereng Gunung Berapi Rinjani. Hal ini membuat sebagian besar daerah di Lombok menjadi lahan pertanian yang subur. Lereng sebelah utara dan timur, misalnya, ditanami bawang putih, bawang merah tembakau dan tanaman holtikultura lainnya dengan kualitas tinggi. Sementara padi juga merupakan tanaman utama di sebagian besar Pulau Lombok. Walaupun daerah Lombok selatan cenderung lebih kering dibandingkan dengan daerah lainnya namun tetap produktif. Komoditi lain yang dihasilkan Lombok adalah jagung, cabe, kapas, kacang kacangan dll.
Agama
Agama leluhur atau agama tertua Suku Sasak Lombok disebut Boda, Kemudian setelah kerajaan-kerajaan dari Jawa ekspansi ke Lombok, Suku Sasak memeluk agama Syiwa-Buddha. Selanjutnya, setelah ekspedisi Majapahit yang dipimpin oleh Gajah Mada masuk ke Lombok, Suku Sasak memeluk gama Hindu-Buddha. Agama Islam masuk ke Lombok sekitar abad XV M. Islam yang awalnya datangnya dari Jawa ini berkembang dengan pesat di Lombok dan menjadi agama yang dipeluk oleh hampir seluruh suku Sasak sampai saat ini. Oleh karena itu Islam adalah agama mayoritas di Pulau Lombok [±85%]. Agama kedua terbesar yang dianut di Lombok adalah Hindu, yang dipeluk oleh para penduduk keturunan Bali. Selain itu, penganut Kristen, Buddha dan agama lainnya juga dapat dijumpai di Lombok. Pemeluknya adalah pendatang dari berbagai suku yang masuk ke Lombok puluhan bahkan ratusan tahun lalu. Di Bayan, Sembalun, Senaru, Pesugulan Lombok Utara, Pujut, Puyung, Sengkol, Rambitan, Sade Lombok Selatan, Tetebatu dan Loyok Lombok Timur dan Bumbung dan Narmada Lombok Barat dan beberapa tempat tepencil lainnya terdapat penganut aliran Islam Sasak atau lebih dikenal dengan Islam Wetu Telu, sebuah sekte Islam lokal yang “terkontaminasi” ajaran animis, hindu dan tradisi leluhur.
Iklim
Seperti lazimnya daerah lain di Indonesisa, Lombok juga meiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan umumnya mulai dari Oktober sampai dengan Maret dan musim kemarau berlangsung dari April sampai September. Suhu rata-rata sepanjang tahun di Pulau Lombok berkisar antara 21º sampai 33 º Celsius.
Flora Dan Fauna
Walaupun Lombok secara geografis sangat dekat dengan Bali, hewan dan tumbuhan yang ada di Lombok sedikit berbeda dari yang ada di Bali. Lombok merupakan titik “perbatasan” antara hewan dan tumbuhan yang ada di Indonesaia bagian barat dan bagian timur. Karena itulah, Alfred Russel Wallace, seorang ahli Biologi abad IX dari Inggris menyebut Lombok sebagai The Wallace Line, Di bagian utara, Pulau Lombok didominasi oleh lembah dan bukit yang ditumbuhi oleh edeluis, pakis, pohon-pohon yang tinggi dan belukar. Sementara di bagian selatan, Lombok cenderung lebih tandus. Hewan yang dapat dijumpai di Lombok berupa, kadal, biwak, kakaktua, dan burung beo, koak kaok, gagak, elang, gagak, burung kaka tua, punglor dan lain-lain.
Pemerintahan
Lombok merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara Barat [NTB] dengan luas 19.708,79 km² yang sebelumnya merupakan bagian dari Provinsi Nusa Tenggara [NUSRA]. Pada tanggal 14 Agustus 1958, Provinsi NUSRA dimekarkan menjadi 3 provinsi yaitu Bali, NTB, dan NTT [Nusa Tenggara Timur] brdasarkan Undang-Undang Nomor 64 tahun 1958. Lombok terbagi menjadi 4 kabupaten: Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah dan Lombok Timur dan 1 kota: Kota Madya Mataram, sekaligus merupakan Ibu Kota Provinsi NTB.
Sejarah
Asal Kata “Lombok”
Menurut isi Babad Lombok, kerajaan tertua yang pernah berkuasa di pulau ini bernama Kerajaan Laeq [Sasak: lampau], namun sumber lain yakni Babad Suwung, menyatakan bahwa kerajaan tertua yang ada di Lombok adalah Kerajaan Suwung yang dibangun dan dipimpin oleh Raja Betara Indera. Kerajaan Suwung kemudian mengalami kemunduran dan muncullah Kerajaan Lombok. Beberapa kerajaan lain yang pernah berdiri di pulau Lombok antara lain Pejanggik, Langko, Bayan, Sokong Samarkaton, Selaparang dll.
Di antara kerajaan-kerajaan tersebut, yang paling maju pada zaman tersebut dan paling terkenal adalah Kerajaan Lombok yang berpusat di Labuhan Lombok sekarang ini; sebuah teluk yang sangat indah dan mempunyai sumber air tawar yang banyak. Keadaan ini membuat banyak pedagang dari Palembang, Banten, Gersik, dan Sulawesi menyiggahinya. Kemudian pada zaman kekuasaan Prabu Rangkesari, pusat kerajaan Lombok dipindahkan ke Desa Selaparang atas usul Patih Banda Yuda dan Patih Singa Yuda. Pemindahan ini dilakukan dengan alasan letak Desa Selaparang lebih strategis dan tidak mudah diserang oleh musuh dibandingkan posisi sebelumnya. Dengan demikian, dapat disimpulakn bahawa kata “Lombok” diambil dari nama kerajaan tersebut. Dalam bahasa Sasak, secara leksikal kata “Lombok” berarti “lurus” atau “jujur”. Dalam kehidupan sehari-hari atau secara kentekstual kata “Lombok” dapat berarti ketulusan dan kejujuran dalam segala tingkah laku dan menghindarkan diri dari perbuatan yang merugikan orang lain.
Asal kata “Sasak”
Menurut Rulof Goris, pada abad V hingga abad VI terjadi gelombang migrasi dari Pulau Jawa ke Bali dan Lombok menyusul runtuhnya Kerajaan Daha dan Kalingga. Alat transportasi laut yang dipakai menyeberang oleh para migran ke Lombok disebut sak-sak [rakit bambu]. Berdasarkan kata “sak-sak” itu lah,menurut Goris, mungkin kata “Sasak” berasal.
Namun demikian, A Teeuw, sastrawan Indonesia asal Belanda menduga kata sasak muncul dari kebiasaan masyarakat Lombok masa itu yang mengenakan ikat kepala berbahan tembasak [kain putih]. Bisa jadi sasak itu diambil dari suku kata terakhir tembasak yaitu “sak” yang mengalami proses pengulangan lalu jadi “Sasak”.
“Sak-sak” dalam bahasa Sasak secara leksikal berarti “apa pun” dan secara kontekstual dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang membaur dan berkembang bersama menjadi satu adalah identitas milik bersama. Oleh karena itu, budaya Sasak Lombok lahir dari berbagai budaya multi etnis yang mendiami pulau ini seperti Jawa, Banjar, Bugis, Melayu, dll.
Budaya
Kedekatan budaya Bali dan Lombok memang tidak dapat dipisahkan dengan sejarah kedua pulau bertetangga ini. Diawali dengan masuknya pengaruh paham Syiwa-Buddha dari Pulau Jawa yang dibawa para migran dari kerajaan-kerajaan Jawa sekitar abad V dan VI M sampai infiltrasi kerajaan hindu Majapahit yang mengenalkan ajaran Hindu-Buddha ke penjuru timur wilayah Nusantara pada abad VII M, termasuk ke Bali dan Lombok.
Selain pengaruh budaya dari barat [Bali dan Jawa / majapahit] kebudayaan Lombok dipengaruhi juga oleh budaya dari timur yaitu budaya Kerajaan Goa. Namun demikian, pengaruh kebudayaan dari barat ini lah yang lebih menonjol dalam kehidupan sehari-hari sampai saat ini. Pakaian tradisional seperti ikat kepala, misalnya, dalam adat Sasak disebut sapuk [pria] sama dengan udeng dalam busana pria Bali dan serupa dengan blangkon dalam busana pria Jawa.
Kebiasaan nebon [pantang memotong rambut bagi suami yang istrinya dalam keadaan hamil] yang terdapat di Bali, dikenal pula dalam tradisi Sasak Lombok. Selama nebon, kegiatan rumah tangga ditangani suami. Kebiasaan ini dipertahankan dengan tujuan demi melahirkan generasi yang berkualitas jasmani dan rohaninya.
Tradisi potong gigi, pertunjukan wayang lelendong [kulit], instrumen gamelan yang sama, tradisi kawin lari dan lain-lain juga beberapa di atara sekian banyak kesamaan budaya antara Bali dan Lombok. Selain itu, akulturasi budaya antara Bali dan Lombok juga terlihat dalam ritual penganut kepercayaan Islam Sasak atau Islam Wetu Telu.
Bahasa
Bahasa daerah yang dituturkan di Pulau Lombok oleh Suku asli Sasak disebut dengan Bahasa Sasak. Bahasa Sasak dapat dikelompokkan ke dalam ragam bahasa yang sama dengan Bahasa Jawa dan Bali. Banyak sekali kosa kata yang cara pelafalan, penggunaan dan maknanya sama dengan kosa kata dalam Bahasa Bali dan Jawa. Ini desebabkan oleh kedekatan geografis dan historis di antara mereka. Bahasa Sasak Bali dan Jawa sama-sama bersumber dari bahasa Kawi dengan aksara Jawa Kuno, Hanacaraka. Aksara Hanacaraka Bali dan Sasak sama-sama berjumlah 18, sementara Hanacaraka Jawa berjumlah 20.
sumber : artikel indonesia
akuu
mayaaa.
Kamis, 29 Desember 2011
Senin, 26 Desember 2011
Serba-Serbi Stroke
Apakah stroke itu ?
Penyakit stroke adalah gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami gangguan (berkurang). Akibatnya, nutrisi dan oksigen yang dbutuhkan otak tidak terpenuhi dengan baik. Penyebab stroke ada 2 macam, yaitu adanya sumbatan di pembuluh darah (trombus), dan adanya pembuluh darah yang pecah.
Umumnya stroke diderita oleh orang tua, karena proses penuaan menyebabkan pembuluh darah mengeras dan menyempit (arteriosclerosis) dan adanya lemak yang menyumbat pembuluh darah (atherosclerosis). Tapi beberapa kasus terakhir menunjukkan peningkatan kasus stroke yang terjadi pada usia remaja dan usia produktif (15 - 40 tahun). Pada golongan ini, penyebab utama stroke adalah stress, penyalahgunaan narkoba, alkohol, faktor keturunan, dan gaya hidup yang tidak sehat.
Penyebab stroke
Pada kasus stroke usia remaja, faktor genetika (keturunan) merupakan penyebab utama terjadinya stroke. Sering ditemui kasus stroke yang disebabkan oleh pembuluh darah yang rapuh dan mudah pecah, atau kelainan sistem darah seperti penyakit hemofilia dan thalassemia yang diturunkan oleh orang tua penderita. Sedangkan jika ada anggota keluarga yang menderita diabetes (penyakit kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), dan penyakit jantung, kemungkinan terkena stroke menjadi lebih besar pada anggota keluarga lainnya.
Penyebab serangan stroke lainnya adalah makanan dengan kadar kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein) yang sangat tinggi. Koleserol jahat ini banyak terdapat pada junk food, atau makanan cepat saji. Selain itu, penyebab terjadinya serangan stroke lainnya adalah kebiasaan malas berolah raga dan bergerak, banyak minum alkohol, merokok, penggunaan narkotika dan zat adiktif, waktu istirahat yang sangat kurang, serta stress yang berkepanjangan. Pecahnya pembuluh darah juga sering diakibatkan karena penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi).
Gejala terjadinya serangan stroke
Gejala awal stroke umumnya pusing, kepala serasa berputar (seperti penyakit vertigo), kemudian disusul dengan gangguan berbicara dan menggerakkan otot mulut. Gejala lainnya adalah tergangguanya sensor perasa (tidak bisa merasakan apapun , seperti dicubit atau ditusuk jarum) dan tubuh terasa lumpuh sebelah, serta tidak adanya gerakan refleks. Sering juga terjadi buta mendadak atau kaburnya pandangan (karena suplai darah dan oksigen ke mata berkurang drastis), terganggunya sistem rasa di mulut dan otot-otot mulut (sehingga sering dijumpai wajah penderita menjadi mencong), lumpuhnya otot-otot tubuh yang lain, dan terganggunya sistem memory dan emosi. Sering dijumpai penderita tidak dapat menghentikan tangisnya karena lumpuhnya kontrol otak pada sistem emosinya. Hal itu membuat penderita stroke berlaku seperti penderita penyakit kejiwaan, padahal bukan. Hal-hal seperti ini yang perlu dimengerti oleh keluarga penderita.
Proses penyembuhan
Ada 2 proses penyembuhan utama yang harus dijalani penderita. Pertama adalah penyembuhan dengan obat-obatan di rumah sakit. Kontrol yang ketat harus dilakukan untuk menjaga agar kadar kolesterol jahat dapat diturunkan dan tidak bertambah naik. Selain itu, penderita juga dilarang makan makanan yang dapat memicu terjadinya serangan stroke seperti junk food dan garam (dapat memicu hipertensi).
Proses penyembuhan kedua adalah fisiotherapy, yaitu latihan otot-otot untuk mengembalikan fungsi otot dan fungsi komunikasi agar mendekati kondisi semula. Fisiotherapi dilakukan bersama instruktur fisiotherapi, dan pasien harus taat pada latihan yang dilakukan. Jika fisiotherapi ini tidak dijalani dengan sungguh-sungguh, maka dapat terjadi kelumpuhan permanen pada anggota tubuh yang pernah mengalami kelumpuhan.
Kesembuhan pada penderita stroke sangat bervariasi. Ada yang bisa sembuh sempurna (100 %), ada pula yang cuma 50 % saja. Kesembuhan ini tergantung dari parah atau tidaknya serangan stroke, kondisi tubuh penderita, ketaatan penderita dalam menjalani proses penyembuhan, ketekunan dan semangat penderita untuk sembuh, serta dukungan dan pengertian dari seluruh anggota keluarga penderita. Seringkali ditemui bahwa penderita stroke dapat pulih kembali, tetapi menderita depresi hebat karena keluarga mereka tidak mau mengerti dan merasa sangat terganggu dengan penyakit yang dideritanya (seperti sikap tidak menerima keadaan penderita, perlakuan kasar karena harus membersihkan kotoran penderita, menyerahkan penderita kepada suster yang juga memperlakukan penderita dengan kasar, dan sebagainya). Hal ini yang harus dihindarkan jika ada anggota keluarga yang menderita serangan stroke.
Penyakit stroke adalah gangguan fungsi otak akibat aliran darah ke otak mengalami gangguan (berkurang). Akibatnya, nutrisi dan oksigen yang dbutuhkan otak tidak terpenuhi dengan baik. Penyebab stroke ada 2 macam, yaitu adanya sumbatan di pembuluh darah (trombus), dan adanya pembuluh darah yang pecah.
Umumnya stroke diderita oleh orang tua, karena proses penuaan menyebabkan pembuluh darah mengeras dan menyempit (arteriosclerosis) dan adanya lemak yang menyumbat pembuluh darah (atherosclerosis). Tapi beberapa kasus terakhir menunjukkan peningkatan kasus stroke yang terjadi pada usia remaja dan usia produktif (15 - 40 tahun). Pada golongan ini, penyebab utama stroke adalah stress, penyalahgunaan narkoba, alkohol, faktor keturunan, dan gaya hidup yang tidak sehat.
Penyebab stroke
Pada kasus stroke usia remaja, faktor genetika (keturunan) merupakan penyebab utama terjadinya stroke. Sering ditemui kasus stroke yang disebabkan oleh pembuluh darah yang rapuh dan mudah pecah, atau kelainan sistem darah seperti penyakit hemofilia dan thalassemia yang diturunkan oleh orang tua penderita. Sedangkan jika ada anggota keluarga yang menderita diabetes (penyakit kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), dan penyakit jantung, kemungkinan terkena stroke menjadi lebih besar pada anggota keluarga lainnya.
Penyebab serangan stroke lainnya adalah makanan dengan kadar kolesterol jahat (Low Density Lipoprotein) yang sangat tinggi. Koleserol jahat ini banyak terdapat pada junk food, atau makanan cepat saji. Selain itu, penyebab terjadinya serangan stroke lainnya adalah kebiasaan malas berolah raga dan bergerak, banyak minum alkohol, merokok, penggunaan narkotika dan zat adiktif, waktu istirahat yang sangat kurang, serta stress yang berkepanjangan. Pecahnya pembuluh darah juga sering diakibatkan karena penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi).
Gejala terjadinya serangan stroke
Gejala awal stroke umumnya pusing, kepala serasa berputar (seperti penyakit vertigo), kemudian disusul dengan gangguan berbicara dan menggerakkan otot mulut. Gejala lainnya adalah tergangguanya sensor perasa (tidak bisa merasakan apapun , seperti dicubit atau ditusuk jarum) dan tubuh terasa lumpuh sebelah, serta tidak adanya gerakan refleks. Sering juga terjadi buta mendadak atau kaburnya pandangan (karena suplai darah dan oksigen ke mata berkurang drastis), terganggunya sistem rasa di mulut dan otot-otot mulut (sehingga sering dijumpai wajah penderita menjadi mencong), lumpuhnya otot-otot tubuh yang lain, dan terganggunya sistem memory dan emosi. Sering dijumpai penderita tidak dapat menghentikan tangisnya karena lumpuhnya kontrol otak pada sistem emosinya. Hal itu membuat penderita stroke berlaku seperti penderita penyakit kejiwaan, padahal bukan. Hal-hal seperti ini yang perlu dimengerti oleh keluarga penderita.
Proses penyembuhan
Ada 2 proses penyembuhan utama yang harus dijalani penderita. Pertama adalah penyembuhan dengan obat-obatan di rumah sakit. Kontrol yang ketat harus dilakukan untuk menjaga agar kadar kolesterol jahat dapat diturunkan dan tidak bertambah naik. Selain itu, penderita juga dilarang makan makanan yang dapat memicu terjadinya serangan stroke seperti junk food dan garam (dapat memicu hipertensi).
Proses penyembuhan kedua adalah fisiotherapy, yaitu latihan otot-otot untuk mengembalikan fungsi otot dan fungsi komunikasi agar mendekati kondisi semula. Fisiotherapi dilakukan bersama instruktur fisiotherapi, dan pasien harus taat pada latihan yang dilakukan. Jika fisiotherapi ini tidak dijalani dengan sungguh-sungguh, maka dapat terjadi kelumpuhan permanen pada anggota tubuh yang pernah mengalami kelumpuhan.
Kesembuhan pada penderita stroke sangat bervariasi. Ada yang bisa sembuh sempurna (100 %), ada pula yang cuma 50 % saja. Kesembuhan ini tergantung dari parah atau tidaknya serangan stroke, kondisi tubuh penderita, ketaatan penderita dalam menjalani proses penyembuhan, ketekunan dan semangat penderita untuk sembuh, serta dukungan dan pengertian dari seluruh anggota keluarga penderita. Seringkali ditemui bahwa penderita stroke dapat pulih kembali, tetapi menderita depresi hebat karena keluarga mereka tidak mau mengerti dan merasa sangat terganggu dengan penyakit yang dideritanya (seperti sikap tidak menerima keadaan penderita, perlakuan kasar karena harus membersihkan kotoran penderita, menyerahkan penderita kepada suster yang juga memperlakukan penderita dengan kasar, dan sebagainya). Hal ini yang harus dihindarkan jika ada anggota keluarga yang menderita serangan stroke.
MENGUBAH LIMBAH JAMBU METE MENJADI PELUANG BISNIS
Jambu mete adalah salah satu jenis tanaman industri yang dikembangkan di daerah dataran rendah beriklim kering. Tanaman ini juga bisa dibudidayakan di lahan kritis sebagai penghijauan maupun konservasi lahan. Produk jambu mete yang sering dijadikan komoditas usaha adalah bijinya.
Pengolahan biji jambu mete akan menghasilkan limbah berupa buah semu dan kulit atau cangkang biji. Karena dianggap sebagai limbah, buah semu biasanya dibuang begitu saja. Padahal buah semu sebenarnya bisa menghasilkan peluang usaha jika diolah lebih lanjut, yakni sebagai pakan ternak.
Buah semu bisa diolah menjadi pakan ternak yang baik jika dilakukan proses fermentasi terlebih dulu. Proses ini sangat diperlukan untuk meningkatkan nilai gizi buah semu yang sebelumnya rendah. Dengan proses fermentasi, kadar protein dan kalori bisa ditingkatkan sedangkan kadar serat kasarnya bisa diturunkan. Jika diolah lebih lanjut, yakni dengan mengeringkannya, buah semu bisa menjadi tepung dan bertahan hingga enam bulan. Pakan berbentuk tepung dari buah semu jelas lebih praktis serta mudah dalam penyimpanan, pengangkutan, dan pencampurannya ketika diberikan kepada ternak. Dengan penepungan, stok pakan akan selalu tersedia di luar musim panen sekalipun.
Prosedur fermentasi membutuhkan mikroba tertentu agar prosesnya bisa berjalan efektif. Mikroba yang mampu menghasilkan fermentasi terbaik dalam pengolahan limbah mete adalah jenis Aspergillus Niger. Aspergillus Niger merupakan sejenis jamur yang bisa hidup dalam kondisi ada oksigen (aerob) maupun tanpa oksigen (anaerob). Dengan demikian penggunaan jamur ini dalam proses fermentasi akan membuat lebih praktis karena proses fermentasi tidak harus berada dalam tempat yang tertutup rapat. Dengan memperbanyak jumlah Aspergillus Niger, maka proses fermentasi akan berjalan lebih efektif lagi.
Proses aktivasi dan pembiakan Aspergillus Niger membutuhkan sejumlah bahan. Di antaranya adalah gula pasir, urea, dan NPK, masing-masing sebesar 1% dari berat air. Jika diganti dengan campuran gula pasir dan ekstrak tauge (kecambah kacang hijau), maka komposisi masing-masing sebesar 2,5% dari berat air. Dengan proses pembiakan ini, dari 1 liter Aspergillus Niger bisa dikembangkan menjadi 200 liter.
Air yang dipergunakan pun juga harus diperhatikan. Harus terjaga kebersihannya dan tidak mengandung kaporit sebagaimana air PAM. Jika terpaksa menggunakan sungai ataupun air yang kotor, maka harus dimasak terlebih dahulu hingga benar-benar mendidih. Hal ini dimaksudkan untuk membunuh mikroba yang terdapat di dalamnya. Setelah air masak dan didinginkan, baru kemudian gula pasir, urea,dan NPK atau kombinasi dari gula pasir dan ekstrak tauge dimasukkan ke dalamnya dan diaduk hingga larut. Kemudian bibit Aspergillus Niger masukkan sebesar 0,5% dari volume air.
Proses berikutnya adalah aerasi selama 30-48 jam. Anda tidak perlu bingung jika tidak memiliki aerator. Alternatifnya yaitu dengan membiarkan larutan tadi selama 72 jam baru kemudian bisa digunakan. Ketika tiba pada proses aktivasi, seluruh bahan harus ditaruh di tempat yang teduh dan tertutup agar tidak terkontaminasi oleh mikroba.
Sebelum proses fermentasi dilakukan, limbah mete yang masih mengandung air sebesar 60% perlu dikurangi kadar airnya. Bisa dicacah terlebih dulu baru kemudian diperas secara manual. Bisa juga langsung diperas secara manual maupun menggunakan alat. Setelah itu limbah diratakan dalam suatu wadah dengan ketebalan sekitar 5-10 cm lalu larutan Aspergillus Niger disiramkan di atasnya hingga merata. Kemudian di atasnya diratakan lagi dengan limbah mete dan dibasahi kembali dengan larutan Aspergillus Niger hingga semua permukaan benar-benar basah. Baru limbah bisa ditutup dengan goni, kain, ataupun plastik agar limbah terjaga kelembabannya dan terhindar dari mikroba.
Proses fermentasi idealnya berlangsung selam 4-6 hari agar terjadi dekomposisi secara sempurna. Kurang dari itu, biasanya dekomposisi tidak terjadi secara sempurna.
Pada hari kelima, wadah fermentasi bisa dibuka dan proses pengeringan dilakukan dengan menjemurnya selama 2-3 hari di bawah terik matahari. Setelah limbah benar-benar kering lalu digiling dengan menggunakan penggiling gaplek atau bisa juga dengan penggiling kopi. Tepung yang didapatkan dari proses penggilingan tersebut bisa langsung diberikan sebagai pakan ternak, khususnya untuk kambing, sapi, dan kerbau. Namun jika ingin menyimpannya, bisa menggunakan karung goni ataupun kantong plastik yang kering dan menutupnya dengan rapat. Limbah yang sudah berubah menjadi pakan ini bisa bertahan hingga enam bulan.
Pakan yang terbuat dari limbah mete memiliki keunggulan. Dari segi gizinya, pakan tersebut memiliki kandungan protein yang tinggi serta serat kasar yang lebih rendah. Pakan dari limbah ini sifatnya adalah makanan pendamping. Artinya makanan pokok dari ternak seperti daun-daun hijau tetap harus diberikan. Kadar pakan yang diberikan disesuaikan dengan berat badan ternak, yakni berkisar 0,7-1,2% berat badan ternak. Jika pakan diberikan pada unggas, maka bisa dicampurkan langsung pada makanan unggas tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan BPPT Bali, pemberian pakan limbah mete terfermentasi bisa meningkatkan bobot ternak secara signifikan. Dari nilai ekonomisnya, pemberian pakan tersebut bisa memberikan keuntungan sebesar Rp. 32 ribu per 12 minggu atau sebesar Rp. 11 ribu per bulannya untuk setiap ekor kambing jika dibandingkan dengan pemeliharaan secara tradisional.
Peluang keuntungan tersebut bisa Anda manfaatkan untuk mengembangkan usaha baru. Apalagi kompetitornya juga belum ada. Jadi, tunggu apalagi!
Pengolahan biji jambu mete akan menghasilkan limbah berupa buah semu dan kulit atau cangkang biji. Karena dianggap sebagai limbah, buah semu biasanya dibuang begitu saja. Padahal buah semu sebenarnya bisa menghasilkan peluang usaha jika diolah lebih lanjut, yakni sebagai pakan ternak.
Buah semu bisa diolah menjadi pakan ternak yang baik jika dilakukan proses fermentasi terlebih dulu. Proses ini sangat diperlukan untuk meningkatkan nilai gizi buah semu yang sebelumnya rendah. Dengan proses fermentasi, kadar protein dan kalori bisa ditingkatkan sedangkan kadar serat kasarnya bisa diturunkan. Jika diolah lebih lanjut, yakni dengan mengeringkannya, buah semu bisa menjadi tepung dan bertahan hingga enam bulan. Pakan berbentuk tepung dari buah semu jelas lebih praktis serta mudah dalam penyimpanan, pengangkutan, dan pencampurannya ketika diberikan kepada ternak. Dengan penepungan, stok pakan akan selalu tersedia di luar musim panen sekalipun.
Prosedur fermentasi membutuhkan mikroba tertentu agar prosesnya bisa berjalan efektif. Mikroba yang mampu menghasilkan fermentasi terbaik dalam pengolahan limbah mete adalah jenis Aspergillus Niger. Aspergillus Niger merupakan sejenis jamur yang bisa hidup dalam kondisi ada oksigen (aerob) maupun tanpa oksigen (anaerob). Dengan demikian penggunaan jamur ini dalam proses fermentasi akan membuat lebih praktis karena proses fermentasi tidak harus berada dalam tempat yang tertutup rapat. Dengan memperbanyak jumlah Aspergillus Niger, maka proses fermentasi akan berjalan lebih efektif lagi.
Proses aktivasi dan pembiakan Aspergillus Niger membutuhkan sejumlah bahan. Di antaranya adalah gula pasir, urea, dan NPK, masing-masing sebesar 1% dari berat air. Jika diganti dengan campuran gula pasir dan ekstrak tauge (kecambah kacang hijau), maka komposisi masing-masing sebesar 2,5% dari berat air. Dengan proses pembiakan ini, dari 1 liter Aspergillus Niger bisa dikembangkan menjadi 200 liter.
Air yang dipergunakan pun juga harus diperhatikan. Harus terjaga kebersihannya dan tidak mengandung kaporit sebagaimana air PAM. Jika terpaksa menggunakan sungai ataupun air yang kotor, maka harus dimasak terlebih dahulu hingga benar-benar mendidih. Hal ini dimaksudkan untuk membunuh mikroba yang terdapat di dalamnya. Setelah air masak dan didinginkan, baru kemudian gula pasir, urea,dan NPK atau kombinasi dari gula pasir dan ekstrak tauge dimasukkan ke dalamnya dan diaduk hingga larut. Kemudian bibit Aspergillus Niger masukkan sebesar 0,5% dari volume air.
Proses berikutnya adalah aerasi selama 30-48 jam. Anda tidak perlu bingung jika tidak memiliki aerator. Alternatifnya yaitu dengan membiarkan larutan tadi selama 72 jam baru kemudian bisa digunakan. Ketika tiba pada proses aktivasi, seluruh bahan harus ditaruh di tempat yang teduh dan tertutup agar tidak terkontaminasi oleh mikroba.
Sebelum proses fermentasi dilakukan, limbah mete yang masih mengandung air sebesar 60% perlu dikurangi kadar airnya. Bisa dicacah terlebih dulu baru kemudian diperas secara manual. Bisa juga langsung diperas secara manual maupun menggunakan alat. Setelah itu limbah diratakan dalam suatu wadah dengan ketebalan sekitar 5-10 cm lalu larutan Aspergillus Niger disiramkan di atasnya hingga merata. Kemudian di atasnya diratakan lagi dengan limbah mete dan dibasahi kembali dengan larutan Aspergillus Niger hingga semua permukaan benar-benar basah. Baru limbah bisa ditutup dengan goni, kain, ataupun plastik agar limbah terjaga kelembabannya dan terhindar dari mikroba.
Proses fermentasi idealnya berlangsung selam 4-6 hari agar terjadi dekomposisi secara sempurna. Kurang dari itu, biasanya dekomposisi tidak terjadi secara sempurna.
Pada hari kelima, wadah fermentasi bisa dibuka dan proses pengeringan dilakukan dengan menjemurnya selama 2-3 hari di bawah terik matahari. Setelah limbah benar-benar kering lalu digiling dengan menggunakan penggiling gaplek atau bisa juga dengan penggiling kopi. Tepung yang didapatkan dari proses penggilingan tersebut bisa langsung diberikan sebagai pakan ternak, khususnya untuk kambing, sapi, dan kerbau. Namun jika ingin menyimpannya, bisa menggunakan karung goni ataupun kantong plastik yang kering dan menutupnya dengan rapat. Limbah yang sudah berubah menjadi pakan ini bisa bertahan hingga enam bulan.
Pakan yang terbuat dari limbah mete memiliki keunggulan. Dari segi gizinya, pakan tersebut memiliki kandungan protein yang tinggi serta serat kasar yang lebih rendah. Pakan dari limbah ini sifatnya adalah makanan pendamping. Artinya makanan pokok dari ternak seperti daun-daun hijau tetap harus diberikan. Kadar pakan yang diberikan disesuaikan dengan berat badan ternak, yakni berkisar 0,7-1,2% berat badan ternak. Jika pakan diberikan pada unggas, maka bisa dicampurkan langsung pada makanan unggas tersebut.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan BPPT Bali, pemberian pakan limbah mete terfermentasi bisa meningkatkan bobot ternak secara signifikan. Dari nilai ekonomisnya, pemberian pakan tersebut bisa memberikan keuntungan sebesar Rp. 32 ribu per 12 minggu atau sebesar Rp. 11 ribu per bulannya untuk setiap ekor kambing jika dibandingkan dengan pemeliharaan secara tradisional.
Peluang keuntungan tersebut bisa Anda manfaatkan untuk mengembangkan usaha baru. Apalagi kompetitornya juga belum ada. Jadi, tunggu apalagi!
TIPS BISNIS ONLINE DENGAN MEMILIH JASA PENGIRIMAN BARANG
Menggunakan jasa pengiriman barang pada sebuah bisnis online, seprti bisnis kaos online sangatlah penting dan mendesak.
Pelayanan yang diberikan oleh jasa pengiriman barang akan sangat mempengaruhi kualitas kinerja Anda dan bisnis online Anda. Hal ini juga berpengaruh besar terhadap penilaian konsumen terhadap kualitas barang dan produk yang Anda jual.
Oleh karena itu memilih jasa pengiriman barang pada bisnis online Anda adalah hal yang mutlak. Pilihlah jasa pengiriman barang yang dapat dipercaya dan excelent dalam melakukan pelayanan. Saat ini ada begitu banyak jasa pengiriman barang yang bisa Anda gunakan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Pada jasa pengiriman barang dalam negeri ada 3 jasa pengiriman yang biasanya digunakan oleh pebisnis, yaitu TIKI, TIKI JNE, dan POS.
Namun, bukan kapabilitas kami untuk membandingkan jasa pelayanan diatas. Kami hanya akan memberikan tips yang dapat Anda pertimbangkan ketika memilih jasa pengiriman barang yang sesuai dengan bisnis kaos distro Anda nanti.
Survey Dahulu
Anda harus melakukan survey kecil-kecilan terhadap beberapa jasa pengiriman barang yang ada di dekat tempat Anda melakukan bisnis. Baik melakukan pengiriman langsung atau juga bisa survey lewat internet, biasanya website jasa pengiriman yang bagus memiliki testimoni pelanggan yang bisa Anda jadikan acuan.
Pilihlah yang memiliki layanan online
Pilih juga jasa pengiriman barang yang memiliki situs atau website, Hal itu akan memudahkan Anda untuk melacak atau mentracking posisi atau status barang yang sudah dikirim, apakah barang tersebut on process atau sudah terkirim.
Pilih yang Terdekat dengan Tempat Anda
Ini penting untuk mempermudah koordinasi dan menghemat biaya dalam transportasi. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada pembeli yang menginginkan produk yang dipesan dikirim secepatnya. Jika lokasi jasa pengiriman barang dekat maka hal tersebut tidak menjadi masalah.
Pilih jasa pengiriman yang memiliki track record baik dan dapat dipercaya
Hal ini penting agar Anda merasa nyaman dengan layanan tersebut. Hal ini memang tidak memiliki suatu standar khusus. Ada suatu daerah layanan jasa dari A bagus akan tetapi didaerah lain ternyata tidak bagus. Anda harus pintar-pintar dalam memilih jasa layanan pengiriman barang karena hal ini akan berkaitan erat dengan perkembangan bisnis online Anda ke depannya.
Pilih jasa pengiriman barang yang menyediakan garansi dan asuransi
Ini adalah hal yang agak sulit, namun beberapa jasa layanan barang yang professional memberikan garansi dan keamanan tingkat tinggi pada barang yang akan Anda kirimkan. Pilihlah yang memiliki tingkat keamanan tinggi sehingga Anda dapat menjamin sampainya barang tersebut kepada konsumen.
Hal ini juga akan mempengaruhi kualitas pelayanan pada bisnis kaos online yang Anda geluti. Jika layanan pengiriman produk Anda pada konsumen prima dan tidak sering telat maka konsumen akan betah berbelanja pada toko kaos online Anda.
Pelayanan yang diberikan oleh jasa pengiriman barang akan sangat mempengaruhi kualitas kinerja Anda dan bisnis online Anda. Hal ini juga berpengaruh besar terhadap penilaian konsumen terhadap kualitas barang dan produk yang Anda jual.
Oleh karena itu memilih jasa pengiriman barang pada bisnis online Anda adalah hal yang mutlak. Pilihlah jasa pengiriman barang yang dapat dipercaya dan excelent dalam melakukan pelayanan. Saat ini ada begitu banyak jasa pengiriman barang yang bisa Anda gunakan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Pada jasa pengiriman barang dalam negeri ada 3 jasa pengiriman yang biasanya digunakan oleh pebisnis, yaitu TIKI, TIKI JNE, dan POS.
Namun, bukan kapabilitas kami untuk membandingkan jasa pelayanan diatas. Kami hanya akan memberikan tips yang dapat Anda pertimbangkan ketika memilih jasa pengiriman barang yang sesuai dengan bisnis kaos distro Anda nanti.
Survey Dahulu
Anda harus melakukan survey kecil-kecilan terhadap beberapa jasa pengiriman barang yang ada di dekat tempat Anda melakukan bisnis. Baik melakukan pengiriman langsung atau juga bisa survey lewat internet, biasanya website jasa pengiriman yang bagus memiliki testimoni pelanggan yang bisa Anda jadikan acuan.
Pilihlah yang memiliki layanan online
Pilih juga jasa pengiriman barang yang memiliki situs atau website, Hal itu akan memudahkan Anda untuk melacak atau mentracking posisi atau status barang yang sudah dikirim, apakah barang tersebut on process atau sudah terkirim.
Pilih yang Terdekat dengan Tempat Anda
Ini penting untuk mempermudah koordinasi dan menghemat biaya dalam transportasi. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada pembeli yang menginginkan produk yang dipesan dikirim secepatnya. Jika lokasi jasa pengiriman barang dekat maka hal tersebut tidak menjadi masalah.
Pilih jasa pengiriman yang memiliki track record baik dan dapat dipercaya
Hal ini penting agar Anda merasa nyaman dengan layanan tersebut. Hal ini memang tidak memiliki suatu standar khusus. Ada suatu daerah layanan jasa dari A bagus akan tetapi didaerah lain ternyata tidak bagus. Anda harus pintar-pintar dalam memilih jasa layanan pengiriman barang karena hal ini akan berkaitan erat dengan perkembangan bisnis online Anda ke depannya.
Pilih jasa pengiriman barang yang menyediakan garansi dan asuransi
Ini adalah hal yang agak sulit, namun beberapa jasa layanan barang yang professional memberikan garansi dan keamanan tingkat tinggi pada barang yang akan Anda kirimkan. Pilihlah yang memiliki tingkat keamanan tinggi sehingga Anda dapat menjamin sampainya barang tersebut kepada konsumen.
Hal ini juga akan mempengaruhi kualitas pelayanan pada bisnis kaos online yang Anda geluti. Jika layanan pengiriman produk Anda pada konsumen prima dan tidak sering telat maka konsumen akan betah berbelanja pada toko kaos online Anda.
Kasih tak sampai
Aku suka sama kamu.
Entah darimana awalnya,tapi 2 tahun yang lalu aku mulai merasakan ada sesuatu yang beda ketika aku memandang mu.
Setiap detik bayang mu selalu hadir dalam angan ku.
Saat aku sedih maupun senang.
Bahkan saat tinggi pun bayang mu tetap setia hadir dalam angan ku.
Aku tak pernah memaksakan mu,tapi aku berharap kau dapat menerima cinta ku dan membalasnya dengan cinta yang tulus dan penuh kasih sayang dari hati mu.
Aku ingin sekali mengisi hari-hari mu,meskipun hanya sebagai teman.
Teman untuk share,curhat-curhatan,atau sekedar ngobrolin hal-hal yang gag penting.
Tapi itu semua hanya mimpi,kau bahkan tak pernah sedkit pun memberi ku kesempatan untuk menghiasi hari mu.
Tapi tak apalah lupakan saja,cause i believe god dan ku selalu berdoa agar kita berdua berjodoh.amin
Entah darimana awalnya,tapi 2 tahun yang lalu aku mulai merasakan ada sesuatu yang beda ketika aku memandang mu.
Setiap detik bayang mu selalu hadir dalam angan ku.
Saat aku sedih maupun senang.
Bahkan saat tinggi pun bayang mu tetap setia hadir dalam angan ku.
Aku tak pernah memaksakan mu,tapi aku berharap kau dapat menerima cinta ku dan membalasnya dengan cinta yang tulus dan penuh kasih sayang dari hati mu.
Aku ingin sekali mengisi hari-hari mu,meskipun hanya sebagai teman.
Teman untuk share,curhat-curhatan,atau sekedar ngobrolin hal-hal yang gag penting.
Tapi itu semua hanya mimpi,kau bahkan tak pernah sedkit pun memberi ku kesempatan untuk menghiasi hari mu.
Tapi tak apalah lupakan saja,cause i believe god dan ku selalu berdoa agar kita berdua berjodoh.amin
IBU
Ibu..
Kau yang telah mengandung aku selama 9 bulan..
Kau menahan rasa sakit..
Kau membiarkan nyawamu melayang, tapi aku harus ada di dunia ini..
Berkatmu, aku ada dibumi ini..
Tanpamu, aku tak bisa sebesar ini..
Selalu kau berikan yang terbaik untukku..
Kau merawatku dengan kasih sayang tanpa balasan..
Tetapi, aku mengecewakanmu..
Aku berani melawanmu, menyakitimu, dan menentangmu..
Tetapi, kau tetap menganggapku anak yang baik..
Kau mencari uang untuk makanku,hidupku,juga kebutuhanku..
Kau, sering tidak memperdulikan dirimu sendiri..
Ohh.. Ibuku..
Maafkan bila aku punya kesalahan. aku sangat sayang padamu..
Aku tak rela bila kau tak ada..
I love u Ibu..
Kau yang telah mengandung aku selama 9 bulan..
Kau menahan rasa sakit..
Kau membiarkan nyawamu melayang, tapi aku harus ada di dunia ini..
Berkatmu, aku ada dibumi ini..
Tanpamu, aku tak bisa sebesar ini..
Selalu kau berikan yang terbaik untukku..
Kau merawatku dengan kasih sayang tanpa balasan..
Tetapi, aku mengecewakanmu..
Aku berani melawanmu, menyakitimu, dan menentangmu..
Tetapi, kau tetap menganggapku anak yang baik..
Kau mencari uang untuk makanku,hidupku,juga kebutuhanku..
Kau, sering tidak memperdulikan dirimu sendiri..
Ohh.. Ibuku..
Maafkan bila aku punya kesalahan. aku sangat sayang padamu..
Aku tak rela bila kau tak ada..
I love u Ibu..
Jumat, 18 November 2011
Perbandingan Antara System Life Cycle dengan System Development Life Cycle
System Life Cycle (SLC) adalah proses evolusi yang diikuti oleh pelaksanaan sistem informasi dasar-dasar atau subsistem. Ini biasanya digunakan untuk mengembangkan sebuah sistem yang besar. Telah ada pendekatan implementasi tradisional sepanjang era komputer, dan ada perjanjian umum antara ahli-ahli komputer sehubungan dengan tugas-tugas yang dilaksanakan.
Beberapa SLC (System Life Cycle) terdapat dalam perusahaan yang menggunakan komputer, mungkin ada seratus atau lebih. Pada kenyataannya SLC (System Life Cycle) adalah sarana yang digunakan oleh manajemen untuk melaksanakan rencana strategis. Konsep life cycle menjadikan segala sesuatu yang tumbuh, menjadi dewasa setiap waktu dan akhirnya mati. Pola ini digunakan untuk sistem dasar komputer seperti subsistem pemrosesan data atau SSD.
System Life Cycle (SLC) terdiri dari lima fase yaitu :
1. Fase Perencanaan
Fase ini dimulai dengan mendefinisikan masalah dan dilanjutkan dengan sistem penunjukan objektif dan paksaan. Di sini sistem analis memimpin studi yang mungkin terjadi dan mengemukakan pelaksanaannya pada manajer.
2. Fase Analisis
Fase ini mempunyai tugas penting yaitu menunjukkan kebutuhan pemakai informasi dan menentukan tingkat penampilan sistem yang diperlukan untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Fase ini meliputi penetapan jangkauan proyek, mengenal resiko, mengatur rangkaian tugas, dan menyediakan dasar untuk kontrol.
3. Fase Desain
Fase Desain ini meliputi penentuan pemrosesan dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru, dan pemilihan konfigurasi terbaik dari hardware yang menyediakan desain. Desain system adalah ketentuan mengenal proses dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru.
4. Fase Pelaksanaan / Implementasi
Fase ini melibatkan beberapa spesialis informasi tambahan yang mengubah desain dari bentuk kertas menjadi satu dalam hardware, software, dan data. Pelaksanaan adalah penambahan dan penggabungan antara sumber-sumber secara fisik dan konseptual yang menghasilkan pekerjaan sistem.
5. Fase Pemakaian / Penggunaan
Selama fase penggunaan, audit memimpin pelaksanaannya untuk menjamin bahwa sistem benar-benar dikerjakan, dan pemeliharaannya pun dilakukan sehingga sistem dapat menyediakan kebutuhan yang diinginkan.
Dari kelima fase di atas, empat fase di awal disediakan untuk dikembangkan, jadi metode yang ada didalamnya dapat berkembang sesuai zaman. Sedangkan fase yang terkahir tidak untuk dikembangan, hanya sebagai pelaksanaannya saja.
Terdapat 3 jenis metode siklus hidup sistem yang paling banyak digunakan, yaitu :
1. siklus hidup sistem tradisional (traditional system life cycle)
2. siklus hidup menggunakan protoyping (life cycle using prototyping)
3. siklus hidup sistem orientasi objek (object-oriented system life cycle)
Siklus hidup sistem yang pertama dikelola oleh manajer unit jasa informasi, dibantu oleh manajer dari analisis sistem, pemrograman dan operasi. Namun kecenderungan saat ini, meletakkan tanggung jawab pada tingkat yang lebih tinggi dan lebih rendah.
Komite Pengarah SIM (steering committee MIS – SC MIS) Banyak perusahaan membuat suatu komite khusus, di bawah tingkat komite eksekutif, yang bertanggung jawab atas pengawasan seluruh proyek sistem. Jika tujuan komiter tersebut adalah memberikan petunjuk, pengarahan dan pengendalian yang berkesinambungan, dalam rangka penggunaan sumber daya komputer perusahaan maka komite tersebut dinamakan Komite Pengarah SIM. Komite Pengarah SIM melaksanakan tiga fungsi utama, yaitu :
1. menetapkan kebijakan
2. menjadi pengendali keuangan
3. menyelasaikan pertentangan
Keuntungan yang dicapai :
• semakin besar kemungkinan komputer akan digunakan untuk mendukung pemakai di seluruh perusahaan.
• Semakin besar kemungkinan proyek-proyek komputer akan mempunyai perencanaan dan pengendalian yang baik.
SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. System Development Lyfe Cycle (SDLC) merupakan keseluruhan proses dalam membangun sistem melalui beberapa langkah. Langkah yang digunakan meliputi :
1.Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
2.Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
3.Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
4.Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
5.Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
6.Merancang sistem informasi baru
7.Membangun sistem informasi baru
8.Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
9.Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan
ada System life cycle, tiap-tiap bagian dari pengembangan sistem dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu :
1.Perencanaan sistem (system planning)
2. Analisis sistem (system analysis)
3. Desain sistem (system design)
4. Seleksi sistem (system selection)
5. Implementasi sistem (system implementation)
6. Perawatan sistem (system maintnance)
Fungsi dari System Development Life Cycle adalah sebagai metode yang menjamin Sistem Informasi yang dikembangkan memenuhi persyaratan dan kebutuhan dari sebuah organisasi atau perusahaan. Metodologi ini menciptakan proses dan pedoman mengelola perencanaan, analisis sistem, desain, implementasi, dan pemeliharaan dari Sistem Informasi dalam perusahaan
Perbandingan tentang setiap model pada Software Development Life Cycle (SDLC) ini dijelaskan berikut ini
1. Waterfall
Kelebihan :
- Merupakan model pengembangan paling handal dan paling lama digunakan.
- Cocok untuk system software berskala besar.
- Cocok untuk system software yang bersifat generic.
- Pengerjaan project system akan terjadwal dengan baik dan mudah dikontrol.
Kekurangan :
- Persyaratan system harus digambarkan dengan jelas.
- Rincian proses harus benar-benar jelas dan tidak boleh berubah-ubah.
- Sulit untuk mengadaptasi jika terjadi perubahan spesifikasi pada suatu tahapan pengembangan
2. Iterasi
Kelebihan :
- Dapat mengakomodasi jika terjadi perubahan pada tahapan pengembangan yang telah dilaksanakan.
- Dapat disesuaikan agar system bisa dipakai selama hidup software computer.
- Cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar.
- Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi terhadap resiko setiap tahapan karena system terus bekerja selama proses.
Kekurangan :
- Hanya berlaku untuk Short-Lifetime system.
- Tahapan proses tidak terlihat sedang berada ditahapan mana suatu pekerjaan.
- Memerlukan alat ukur kemajuan secara regular.
- Perubahan yang sering terjadi dapat merubah struktur system.
- Memerlukan tenaga ahli dengan kemampuan tinggi.
3. Rapid Application Development / RAD
Kelebihan :
- RAD mengikuti tahapan pengembangan sistem sepeti umumnya, tetapi mempunyai kemampuan untuk menggunakan kembali komponen yang ada (reusable object).
- Setiap fungsi dapat dimodulkan dalam waktu tertentu dan dapat dibicarakan oleh tim RAD yang terpisah dan kemudian diintegrasikan sehingga waktunya lebih efesien.
Kekurangan :
- Tidak cocok untuk proyek skala besar.
- Proyek bisa gagal karena waktu yang disepakati tidak dipenuhi.
- Sistem yang tidak bisa dimodularisasi tidak cocok untuk model ini.
- Resiko teknis yang tinggi juga kurang cocok untuk model ini.
4. Model prototyping
Kelebihan :
- Prototype melibatkan user dalam analisa dan desain.
- Punya kemampuan menangkap requirement secara konkret daripada secara abstrak.
- Untuk digunakan secara standalone.
- Digunakan untuk memperluas SDLC.
- Mempersingkat waktu pengembangan Sistem Informasi
Kekurangan :
- Proses analisis dan perancangan terlalu singkat.
- Mengesampingkan alternatif pemecahan masalah.
- Bisanya kurang fleksible dalam mengahdapi perubahan.
- Protitype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah
- Protype terlalu cepat selesai
Ada beberapa model SDLC. Model yang cukup populer dan banyak digunakan adalah waterfall. Beberapa model lain SDLC misalnya fountain, spiral, rapid, prototyping, incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize.
Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat enam langkah. Jumlah langkah SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun secara umum adalah sama. Langkah tersebut adalah
1.Analisis system
Yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan
2.Spesifikasi kebutuhan system
Yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem dan membuat perencanaan yang berkaitan dengan proyek system
3.Perancangan system
Yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi
4.pengembangan system
Yaitu tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis program yang diperlukan
5.Pengujian system
Yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat
6.Implementasi dan pemeliharaan system
Yaitu menerapkan dan memelihara sistem yang telah dibuat
Siklus SDLC dijalankan secara berurutan, mulai dari langkah pertama hingga langkah keenam. Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji ulang. Kaji ulang yang dimaksud adalah pengujian yang sifatnya quality control, sedangkan pengujian di langkah kelima bersifat quality assurance. Quality control dilakukan oleh personal internal tim untuk membangun kualitas, sedangkan quality assurance dilakukan oleh orang di luar tim untuk menguji kualitas sistem. Semua langkah dalam siklus harus terdokumentasi. Dokumentasi yang baik akan mempermudah pemeliharaan dan peningkatan fungsi sistem.
Sumber :
blogspot.com
Beberapa SLC (System Life Cycle) terdapat dalam perusahaan yang menggunakan komputer, mungkin ada seratus atau lebih. Pada kenyataannya SLC (System Life Cycle) adalah sarana yang digunakan oleh manajemen untuk melaksanakan rencana strategis. Konsep life cycle menjadikan segala sesuatu yang tumbuh, menjadi dewasa setiap waktu dan akhirnya mati. Pola ini digunakan untuk sistem dasar komputer seperti subsistem pemrosesan data atau SSD.
System Life Cycle (SLC) terdiri dari lima fase yaitu :
1. Fase Perencanaan
Fase ini dimulai dengan mendefinisikan masalah dan dilanjutkan dengan sistem penunjukan objektif dan paksaan. Di sini sistem analis memimpin studi yang mungkin terjadi dan mengemukakan pelaksanaannya pada manajer.
2. Fase Analisis
Fase ini mempunyai tugas penting yaitu menunjukkan kebutuhan pemakai informasi dan menentukan tingkat penampilan sistem yang diperlukan untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Fase ini meliputi penetapan jangkauan proyek, mengenal resiko, mengatur rangkaian tugas, dan menyediakan dasar untuk kontrol.
3. Fase Desain
Fase Desain ini meliputi penentuan pemrosesan dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru, dan pemilihan konfigurasi terbaik dari hardware yang menyediakan desain. Desain system adalah ketentuan mengenal proses dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru.
4. Fase Pelaksanaan / Implementasi
Fase ini melibatkan beberapa spesialis informasi tambahan yang mengubah desain dari bentuk kertas menjadi satu dalam hardware, software, dan data. Pelaksanaan adalah penambahan dan penggabungan antara sumber-sumber secara fisik dan konseptual yang menghasilkan pekerjaan sistem.
5. Fase Pemakaian / Penggunaan
Selama fase penggunaan, audit memimpin pelaksanaannya untuk menjamin bahwa sistem benar-benar dikerjakan, dan pemeliharaannya pun dilakukan sehingga sistem dapat menyediakan kebutuhan yang diinginkan.
Dari kelima fase di atas, empat fase di awal disediakan untuk dikembangkan, jadi metode yang ada didalamnya dapat berkembang sesuai zaman. Sedangkan fase yang terkahir tidak untuk dikembangan, hanya sebagai pelaksanaannya saja.
Terdapat 3 jenis metode siklus hidup sistem yang paling banyak digunakan, yaitu :
1. siklus hidup sistem tradisional (traditional system life cycle)
2. siklus hidup menggunakan protoyping (life cycle using prototyping)
3. siklus hidup sistem orientasi objek (object-oriented system life cycle)
Siklus hidup sistem yang pertama dikelola oleh manajer unit jasa informasi, dibantu oleh manajer dari analisis sistem, pemrograman dan operasi. Namun kecenderungan saat ini, meletakkan tanggung jawab pada tingkat yang lebih tinggi dan lebih rendah.
Komite Pengarah SIM (steering committee MIS – SC MIS) Banyak perusahaan membuat suatu komite khusus, di bawah tingkat komite eksekutif, yang bertanggung jawab atas pengawasan seluruh proyek sistem. Jika tujuan komiter tersebut adalah memberikan petunjuk, pengarahan dan pengendalian yang berkesinambungan, dalam rangka penggunaan sumber daya komputer perusahaan maka komite tersebut dinamakan Komite Pengarah SIM. Komite Pengarah SIM melaksanakan tiga fungsi utama, yaitu :
1. menetapkan kebijakan
2. menjadi pengendali keuangan
3. menyelasaikan pertentangan
Keuntungan yang dicapai :
• semakin besar kemungkinan komputer akan digunakan untuk mendukung pemakai di seluruh perusahaan.
• Semakin besar kemungkinan proyek-proyek komputer akan mempunyai perencanaan dan pengendalian yang baik.
SDLC adalah tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi. System Development Lyfe Cycle (SDLC) merupakan keseluruhan proses dalam membangun sistem melalui beberapa langkah. Langkah yang digunakan meliputi :
1.Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
2.Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
3.Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
4.Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
5.Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
6.Merancang sistem informasi baru
7.Membangun sistem informasi baru
8.Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
9.Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan
ada System life cycle, tiap-tiap bagian dari pengembangan sistem dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu :
1.Perencanaan sistem (system planning)
2. Analisis sistem (system analysis)
3. Desain sistem (system design)
4. Seleksi sistem (system selection)
5. Implementasi sistem (system implementation)
6. Perawatan sistem (system maintnance)
Fungsi dari System Development Life Cycle adalah sebagai metode yang menjamin Sistem Informasi yang dikembangkan memenuhi persyaratan dan kebutuhan dari sebuah organisasi atau perusahaan. Metodologi ini menciptakan proses dan pedoman mengelola perencanaan, analisis sistem, desain, implementasi, dan pemeliharaan dari Sistem Informasi dalam perusahaan
Perbandingan tentang setiap model pada Software Development Life Cycle (SDLC) ini dijelaskan berikut ini
1. Waterfall
Kelebihan :
- Merupakan model pengembangan paling handal dan paling lama digunakan.
- Cocok untuk system software berskala besar.
- Cocok untuk system software yang bersifat generic.
- Pengerjaan project system akan terjadwal dengan baik dan mudah dikontrol.
Kekurangan :
- Persyaratan system harus digambarkan dengan jelas.
- Rincian proses harus benar-benar jelas dan tidak boleh berubah-ubah.
- Sulit untuk mengadaptasi jika terjadi perubahan spesifikasi pada suatu tahapan pengembangan
2. Iterasi
Kelebihan :
- Dapat mengakomodasi jika terjadi perubahan pada tahapan pengembangan yang telah dilaksanakan.
- Dapat disesuaikan agar system bisa dipakai selama hidup software computer.
- Cocok untuk pengembangan sistem dan perangkat lunak skala besar.
- Pengembang dan pemakai dapat lebih mudah memahami dan bereaksi terhadap resiko setiap tahapan karena system terus bekerja selama proses.
Kekurangan :
- Hanya berlaku untuk Short-Lifetime system.
- Tahapan proses tidak terlihat sedang berada ditahapan mana suatu pekerjaan.
- Memerlukan alat ukur kemajuan secara regular.
- Perubahan yang sering terjadi dapat merubah struktur system.
- Memerlukan tenaga ahli dengan kemampuan tinggi.
3. Rapid Application Development / RAD
Kelebihan :
- RAD mengikuti tahapan pengembangan sistem sepeti umumnya, tetapi mempunyai kemampuan untuk menggunakan kembali komponen yang ada (reusable object).
- Setiap fungsi dapat dimodulkan dalam waktu tertentu dan dapat dibicarakan oleh tim RAD yang terpisah dan kemudian diintegrasikan sehingga waktunya lebih efesien.
Kekurangan :
- Tidak cocok untuk proyek skala besar.
- Proyek bisa gagal karena waktu yang disepakati tidak dipenuhi.
- Sistem yang tidak bisa dimodularisasi tidak cocok untuk model ini.
- Resiko teknis yang tinggi juga kurang cocok untuk model ini.
4. Model prototyping
Kelebihan :
- Prototype melibatkan user dalam analisa dan desain.
- Punya kemampuan menangkap requirement secara konkret daripada secara abstrak.
- Untuk digunakan secara standalone.
- Digunakan untuk memperluas SDLC.
- Mempersingkat waktu pengembangan Sistem Informasi
Kekurangan :
- Proses analisis dan perancangan terlalu singkat.
- Mengesampingkan alternatif pemecahan masalah.
- Bisanya kurang fleksible dalam mengahdapi perubahan.
- Protitype yang dihasilkan tidak selamanya mudah dirubah
- Protype terlalu cepat selesai
Ada beberapa model SDLC. Model yang cukup populer dan banyak digunakan adalah waterfall. Beberapa model lain SDLC misalnya fountain, spiral, rapid, prototyping, incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize.
Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat enam langkah. Jumlah langkah SDLC pada referensi lain mungkin berbeda, namun secara umum adalah sama. Langkah tersebut adalah
1.Analisis system
Yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan
2.Spesifikasi kebutuhan system
Yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem dan membuat perencanaan yang berkaitan dengan proyek system
3.Perancangan system
Yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi
4.pengembangan system
Yaitu tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis program yang diperlukan
5.Pengujian system
Yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat
6.Implementasi dan pemeliharaan system
Yaitu menerapkan dan memelihara sistem yang telah dibuat
Siklus SDLC dijalankan secara berurutan, mulai dari langkah pertama hingga langkah keenam. Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji ulang. Kaji ulang yang dimaksud adalah pengujian yang sifatnya quality control, sedangkan pengujian di langkah kelima bersifat quality assurance. Quality control dilakukan oleh personal internal tim untuk membangun kualitas, sedangkan quality assurance dilakukan oleh orang di luar tim untuk menguji kualitas sistem. Semua langkah dalam siklus harus terdokumentasi. Dokumentasi yang baik akan mempermudah pemeliharaan dan peningkatan fungsi sistem.
Sumber :
blogspot.com
Langganan:
Postingan (Atom)